Sabtu 19 Mei 2012 adalah hari yang sangat penting untuk panitia dan peserta Diplomatic Course Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Karena ini adalah hari dimana pengetahuan kita akan di tambah dengan menyimak penuturan dari salah satu Dosen An-Najah National University Palestina, Syekh Fakher Nabeel Mohammad Khalili dan Ronny P. Yulianto salah satu anggota dari staff kementrian luar negeri.
Penjelasan yang pertama oleh Ronny P. Yulianto tentang Bagaimana Indonesia menempatkan Palestina untuk menjadi anggota UN. “Pada dasarnya UN adalah sumber internasional dimana disana terdapat bebrapa Negara yang suka tidak suka UN adalah salah satu organisasi yang mengampu atau menghimpun Negara-negara tersebut, dan UN menjadi patokannya”, tutur bapak Ronny P. Yulianto. Oleh karena itu anggtoa PBB akan memiliki Hak dan Kewajiban yang telah di tetapkan di organisasi tersebut dan akan mendapat bantuan.
Jika dewan keamanan PBB merekomendasikan satu Negara maka Majelis Umum akan melihat, apakah Negara tersebut adalah Negara damai dan bisa menjalankan Role of United Nation. Bahkan ada anggota UN yang bukan Negara atau non-member state, mereka selalu mendapatkan tempat atau kursi di UN, yaitu Vatikan.
Sementara itu, dosen An-Najah University juga menjelaskan bahwa Palestina harus menjadi anggota PBB, karena melihat fenomena sekarang bahwa tanah Palestina telah dijajah oleh Israel sejak tahun 1948 hingga sekarang, terdapat beberapa foto yang menggambarkan orang-orang Palestina yang terjajah di negerinya sendiri, bahkan ada lahan-lahan kosong milik Palestina yang juga dijajah oleh Israel, mereka tidak mengijinkan warga Palestina menempati lahan mereka sendiri.
Tetapi Presiden Amerika Obama telah berjanji akan membantu Palestina untuk pengakuannya sebagai Negara anggota United Nation, tutur Fakher Nabeel selaku orang Palestina sendiri. (Novi Rizka)
No comments:
Post a Comment