Panduan Umum IRAC 2012

Last update: 13 Mei 2012

International Relations Art of Challenges 2012
(IRAC 2012)

"Feel the Difference Atmosphere with International Relations"
19 Mei- 8 Juni 2012

Pendahuluan

IR-Art of Challenges 2012 adalah pekan akademis HI dimana didalamnya terdapat serangkaian agenda yang memiliki nilai-nilai HI yang diharapkan dapat bermanfaat untuk mahasiswa HI khususnya dan mahasiswa umumnya.

Nama IR-Art of Challenges dipilih karena agenda yang terdapat di dalamnya mengandung unsur-unsur seni yang mana berhubungan dengan ilmu HI, serta sebagai modal bagi mahasiswa HI untuk menghadapi tantangan dimasa depan, agenda ini diharapkan dapat cukup merepresentasikan HI kepada mahasiswa. Acara tersebut nantinya akan terdiri dari tiga sub-agenda, yang masing-masing memiliki nilai seni serta esensi akademis dari Ilmu Hubungan Internasional itu sendiri.

Maksud dan Tujuan

1. Sebagai perealisasian program kerja Korps Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KOMAHI UMY) 2011-2012.
2. Sebagai wadah berkumpul, komunikasi, serta penyampaian informasi dan aspirasi khususnya bagi Mahasiswa HI, terutama mahasiswa HI UMY, serta mahasiswa pada umumnya.
3. Untuk memperkenalkan HI secara lebih luas kepada mahasiswa, dan saling berbagi pengetahuan bahwa HI bukan hanya sekedar tentang politik dan diplomasi. HI bisa dilihat dan dipelajari dari dan dengan berbagai sudut pandang yang berbeda. HI juga bisa diinterpretasikan dan diaplikasikan dari dan dengan berbagai sudut pandang yang berbeda pula, dengan HI kita dapat mempelajari lebih banyak hal.
4. Sebagai wadah pembekalan bagi mahasiswa HI khususnya, terutama untuk memenuhi tuntutan kebutuhan atas akademisi HI.

Sub-Agenda IRAC 2012 antara lain:

Diplomatic Course (DC)
19, 21, dan 22 Mei 2012

Diplomatic Course merupakan acara KOMAHI UMY sebagai realisasi dari minat Mahasiswa HI UMY khususnya, dan Mahasiswa HI umumnya terhadap kemampuan teknik berdiplomasi pada level Internasional yang sangat penting bagi mahasiswa HI dan kemampuan serta pengetahuan akan hal-hal yang mendukung dalam bernegosiasi. Acara ini nantinya akan terdiri dari beberapa sub-acara, yakni diantaranya adalah sebagai berikut:

a. Seminar Internasional
b. Simulasi Sidang Internasional
c. Table Manner Course

Klik tautan berikut untuk selengkapnya: http://irac2012.blogspot.com/2012/03/diplomatic-course-get-ready-to-be-real.html

International Relation Research Workshop (IRRW)
28 Mei 2012

Seiring dengan kemajuan teknologi, seorang mahasiswa-pun semakin ditantang untuk berpikir kritis sesuai dengan tuntutan zaman. Sebagai media aspirasi mahasiswa HI, kami menyelenggarakan International Relations Research Workshop dengan tema “Curious ? Do Research” sebagai agenda yang diharapkan mampu merangsang dan mewadahi pemikiran kritis mahasiswa yang dituangkan dalam bentuk karya tulis dan menumbuhkan kembali minat mahasiswa terhadap dunia penulisan karya ilmiah dan penelitian.

Klik tautan berikut untuk selengkapnya: http://irac2012.blogspot.com/2012/03/irrw-curious-do-research.html

School of Journalism (SoJ)
8 Juni 2012

Dalam rangka merealisasikan fungsinya, Korps Mahasiswa Hubungan Internasional mengadakan acara School of Journalism 2012 dengan tema “Sketch Your Idea Through Journalism”. Tujuan acara ini adalah menyajikan pelatihan sehari tentang dunia jurnalistik sebagai salah satu sumber referensi yang bernilai edukatif bagi para peserta. Acara ini akan dikemas sederhana dan semenarik mungkin agar mudah dicerna dan tidak membosankan.

Tema tersebut menjelaskan urgensi dibutuhkannya peran generasi muda – terutama mahasiswa – agar dapat mengembangkan pengetahuannya seputar dunia internasional tentunya dengan Ilmu Hubungan Internasional dengan cabang jurnalistik.

Klik tautan berikut untuk selengkapnya: http://irac2012.blogspot.com/2012/03/soj-sketch-your-idea-through-journalism.html

Contact Person:
087739197376 (Nyimas)
085712938813 (Della)
085642028225 (Fariz)

Reportase IR- Research Workshop



Senin 28 Mei 2012 Korps Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KOMAHI UMY) kembali mengadakan kegiatan yang bernuansa penelitian. International Relations Research Workshop yang merupakan salah satu rangkaian acara International Relations Art of Challenges.

Bertempat di Ruang Sidang FISIPOL, acara ini dimulai dengan penjelasan tentang Teknik Pembuatan Proposal Penelitian yang dibawakan oleh bapak Isnaini Maulidin dari LP3M. Beliau menjelaskan bahwa ilmu HI adalah ilmu yang dinamis yang setiap tahun penelitian tentang ilmu HI mejadi sangat kompleks.

Setelah pemaparan materi tersebut, acara kemudian dilanjutkan dengan presentasi dari 4 kelompok yang berhasil lolos untuk Call for Paper. Dari hasil 4 kelompok yang lolos tersebut, akhirnya paper yang terpilih dengan tema "Buruh Migran Indonesia dan Filipina" oleh kelompok yang beranggotakan Dhana N. Kotahatuhaha dan Ghozy Abdussalam.

Acara yang dengan nuansa Penelitian seperti ini diharapkan mampu merangsang mahasiswa HI untuk melakukan penelitian-penelitian yang bersifat ke-HI-an. Sehingga pada masa yang akan datang akan muncul ilmuwan-ilmuwan HI yang berkualitas dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. (Nizar)

Simulasi Sidang "The Debate of Palestine become Permanent UN Member"



Korps Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta melalui agenda-agenda besarnya berusaha untuk menaungi segala aspirasi para mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, diantaranya adalah Diplomatic Course hari ke-2, yang telah dilaksanakan pada hari Senin, 21 Mei 2012 bertempat di Gedung AR Fakhruddin B lantai 5.

Tujuan dari pelaksanaan Diplomatic Course sendiri adalah meningkatkan kemampuan mahasiswa HI UMY, salah satunya melalui simulasi sidang. Masing-masing peserta terlibat di dalam simulasi sidang tersebut sebagai delegasi negara-negara di dunia. Tiap simulasi sidang yang dilaksanakan, membahas isu-isu mutakhir dalam konteks Hubungan Internasional.

Simulasi sidang General Assembly PBB mengambil tema “The Debate of Palestine become Permanent UN Member”. Dengan dua kubu yang saling bertentangan, yaitu kubu yang mendukung Palestina sebagai anggota tetap PBB dan kubu yang menolak Palestina sebagai anggota tetap PBB. Simulasi sidang berakhir dengan penerimaan Palestina sebagai anggota tetap PBB. Acara yang berlangsung hingga pukul 17.00 WIB ini ditutup dengan pembagian award kepada delegasi, penentuan best position paper, best speaker, dan best delegate.

Harapan semua pihak tentunya agar tingkat partisipasi mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang tinggi dalam acara ini agar tetap dipertahankan. Mengingat kegiatan ini memberi manfaat positif bagi mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, baik dari segi ilmu, pengalaman, maupun motivasi. (Ragil Risky Rachman)

Seminar Internasional "Layakkah Palestina menjadi Anggota PBB"



Sabtu 19 Mei 2012 adalah hari yang sangat penting untuk panitia dan peserta Diplomatic Course Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Karena ini adalah hari dimana pengetahuan kita akan di tambah dengan menyimak penuturan dari salah satu Dosen An-Najah National University Palestina, Syekh Fakher Nabeel Mohammad Khalili dan Ronny P. Yulianto salah satu anggota dari staff kementrian luar negeri.

Penjelasan yang pertama oleh Ronny P. Yulianto tentang Bagaimana Indonesia menempatkan Palestina untuk menjadi anggota UN. “Pada dasarnya UN adalah sumber internasional dimana disana terdapat bebrapa Negara yang suka tidak suka UN adalah salah satu organisasi yang mengampu atau menghimpun Negara-negara tersebut, dan UN menjadi patokannya”, tutur bapak Ronny P. Yulianto. Oleh karena itu anggtoa PBB akan memiliki Hak dan Kewajiban yang telah di tetapkan di organisasi tersebut dan akan mendapat bantuan.

Jika dewan keamanan PBB merekomendasikan satu Negara maka Majelis Umum akan melihat, apakah Negara tersebut adalah Negara damai dan bisa menjalankan Role of United Nation. Bahkan ada anggota UN yang bukan Negara atau non-member state, mereka selalu mendapatkan tempat atau kursi di UN, yaitu Vatikan.

Sementara itu, dosen An-Najah University juga menjelaskan bahwa Palestina harus menjadi anggota PBB, karena melihat fenomena sekarang bahwa tanah Palestina telah dijajah oleh Israel sejak tahun 1948 hingga sekarang, terdapat beberapa foto yang menggambarkan orang-orang Palestina yang terjajah di negerinya sendiri, bahkan ada lahan-lahan kosong milik Palestina yang juga dijajah oleh Israel, mereka tidak mengijinkan warga Palestina menempati lahan mereka sendiri.

Tetapi Presiden Amerika Obama telah berjanji akan membantu Palestina untuk pengakuannya sebagai Negara anggota United Nation, tutur Fakher Nabeel selaku orang Palestina sendiri. (Novi Rizka)

List of Country for MUN Conference

This is your country list of Diplomatic Course MUN Conference for May, 21st 2012, please kindly remember your country and make a small research to learn more about your country.

Algeria: M Fajrus Shodiq
Angola: Della Nurlaela
Australia: Angger Cahyaning Tyas
Azerbaijan: Ekky Fatmawati
Bahrain: Dhitsahaningrum G.P.
Bangladesh: M.Rusdy Namsa
Bolivia: A. Affifah Islamiyah
Brunei Darussalam: Diah Lestari
Cambodia: Ahmad Fery Algridho
Canada: Anggi Nurul Qomariah
Chile: Alia Denta Jayanti
China: Juniar Laraswanda Umagapi
Cuba: Dian Aflesia
Czech: Republic Afif Pratama Putra
Djibouti: Bella Rosaily
Egypt: Arsalan Muhammad
El Salvador: Septiana Permana
Ethiopia: Zakyyah Muhandisa
Finland: Rifki Zulkarnaen
Germany: Ahmad Jawwad
Ghana: Cut Soraya
Greece: Arti Arofah
Hungary: Amandha Novitasari
India: Gian Merlinda
Indonesia: Renita Permata Sari
Iran: Lucitania Rizky
Iraq: Muhammad Fatahillah
Italy: Anjani Tri Fatharini
Japan: Ibda Fikrina Abda
Jordan: Annisa Jasmine S
Kazakhstan: Mira Dewi
Kenya: Muhammad Fauzan Alammari
Kuwait: Arselma Trus'tee Audrey
Latvia: Baitsatul Badiah
Lebanon: Muthia Dwi Damayanti
Libya: Sutrisno Triantoro
Lithuania: Puput Ayu Istiani
Luxemburg: Azan Pranoto
Malaysia: Diana Syifa Adillah
Mali: Gebylla Aulia Silva
Malta: Reza Fahmi
Mauritania: Risqi Sandra Zenita
Mexico: Dina Rizqi Radiyani
Mongolia: Rizky Aulia Hidayah S.
Morocco: Ellin Yeni Puspitasari
Myanmar: Ditto Reyza Irawan
Nambia: Suleman
Netherlands: Gania Ika Pramesti
Norway: Muhammad Riza Pramudya
Oman: Fachry Rizal
Papua New Guinea: Ira Kurnia Maharani
Peru: Nur Jannah Y
Philippines: Maylita Kusuma Putri
Poland: Fitria Ardianti
Qatar: Nidya Sabila Sagala
Republic of Korea: Febri Diniawati
Singapore: Fariz Ramaditya
Somalia: Maulana Najmudin
South Africa: Istiqomah Nuzula
Sri Lanka: Mardian Ramaji
Republic of Sudan: Dito Alif Utama
Switzerland: Muthmainah
Syrian Arab Republic: Vivi Elvianti Putri
Timor Leste: Restu Purnomo
Togo: Yuliani Sari
Tunisia: Rayhana Fajria
Turkey: Martina Mayarizki
Turkmenistan: Santika Nindyasari
Ukraine: Fatimah Arta Ayu Fitrazana
United Arab Emirates: Septian Tri Cahyo
United Kingdom: Jaya Addin Linando
Uruguay: Witari Rezki Nurfadillah
Venezuela: Nurmeita Herdianti
Viet Nam: Yulyana Siregar
Yemen: Yuni Ismi Alviani
Zambia: Pramaditya Dewi Sekartaji